Selasa, 20 Mei 2014

Book Review: BUMI By Tere Liye #17

BUMI
Author : Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Cetakan Ketiga, Februari 2014
Tebal : 440 Hal
ISBN : 978-602-03-0112-9
Genre : Fantasy
Rating : ★★★★

Namaku Raib, usiaku 15 tahun, kelas sepuluh. Aku anak perempuan seperti kalian, adik-adik kalian, tetangga kalian. Aku punya dua kucing, namanya si Putih dan si Hitam. Mama dan papaku menyenangkan. Guru-guru di sekolahku seru. Teman-temanku baik dan kompak.

Aku sama seperti remaja kebanyakan, kecuali satu hal. Sesuatu yang kusimpan sendiri sejak kecil. Sesuatu yang menakjubkan.

Namaku, Raib. Dan aku bisa menghilang


BUMI berkisah tentang Raib (Ra) yang mempunyai kekuatan aneh yaitu bisa menghilang, rahasia ini diketahuinya sejak kecil tapi sejak kecil pula hal ini disimpannya rapat-rapat hingga menjadi rahasia yang tak diketahui seorang pun termasuk orang tua dan teman – temannya, Meskipun mempunyai kekuatan tersebut hidupnya tenang –tenang saja dan berjalan tenteram dan menyenangkan bersama keluarga dan teman – temannya tetapi tak lama kehidupanya tiba – tiba berubah 180 derajat sejak ia didatangi Pria kurus berjubah aneh yang selalu dilihatnya lewat cermin.
Apa pun yang terlihat, boleh jadi tidak seperti yang kita lihat. Apa pun yang hilang, tidak selalu lenyap seperti yang kita duga. Ada banyak sekali jawaban dari tempat-tempat yang hilang

 Secara tak terduga kejadian –kejadian aneh beruntun terjadi disekitarnya, sampai akhirnya ia mengetahui bahwa selama ini kekuatannya tidak hanya sebuah kekuatan biasa, ada banyak alasan dibalik semua itu, hubungannya dengan klan bulan dan sebuah rahasia bumi yang tersingkap, 4 dunia yang berbeda yang berjalan beriringan di atas 1 tempat serta fakta mengejutkan dari guru matematika mereka, Miss Keriting atau biasanya dipanggil Miss Selena, Bersama Seli teman kelas serta teman paling dekatnya yang ternyata juga menyingkap rahasia besar dan Ali teman sekelas yang menyebalkan tapi juga paling genius. Raib bertualang di kota Tishri, bertualang dan terpesona akan kehidupan di dalamnya yang sama sekali berbeda dengan kehidupan di Bumi, Ia bertemu dengan Ilo, Vey dan Oi keluarga pertama Klan Bulan yang  membantunya menemukan cara kembali ke Bumi.

Raib, Seli dan Ali mengalami petualangan menyenangkan sekaligus mengejutkan sama sekali karena ia harus menghadapi Tamus dan pasukan seribu bayangan yang hendak menangkapnya dan mempunyai maksud tertentu. Mengunakan kekuatan Raib dan Seli untuk Membebaskan Si Tanpa Mahkota.

Aku tidak pernah menduga. Bahkan Tamus boleh jadi tidak pernah tahu bahwa Makhluk Rendah juga memiliki kekuatan tebaik alamiahnya. mereka tidak menghilang, mereka juga tidak meniti cahaya atau mengeluarkan petir. mereka menggunakan naluri bertahan paling primitif, tapi sekaligus paling mengerikan
.
Ciat, senang sekali setelah mendekam beberapa bulan dalam wishlist akhirnya saya mempunyai kesempatan untuk membaca BUMI, Ini pertama kalinya Bang Tere menulis genre fantasi dan menurut saya tidak kalah dengan novel-novel bergenre fantasi yang dibuat oleh penulis internasional lainnya. 

Karakter favorit di buku ini adalah Ali. Meskipun tidak mempunyai kekuatan apa-apa seperti Raib yang bisa menghilang atau Seli yang bisa mengeluarkan petir, Ali disebut Makhluk Rendah karena tidak termasuk dalam Klan apapun dan hanyalah seorang manusia biasa, tapi di dalam cerita ini karakter Ali memberikan kesan yang menyenangkan untuk saya :) kegeniusannya serta ketangkasannya dalam bertindak dan membantu teman-temannya meskipun hanya manusia biasa sangat mengagumkan, Malah dia akhir cerita ada kejadian/fakta mengejutkan tentang Ali yang membuat saya speechless kekeke~ 

BUMI cukup memukau disepanjang ceritanya meskipun di awal-awal cerita saya sempat agak bosan entah kenapa:( tapi seiring waktu berlalu baca, baca dan baca ternyata seru sekali, Sekarang malah sudah tidak sabar untuk menunggu kelanjutannya BULAN :')


source

Overall, 4 Bintang untuk Warga Kota Tishri, Hihi ;)

aia

1 komentar: